BĀHIYA-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center
“Belajarlah engkau dengan tepat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika Beliau menetap di Kūṭāgārasālā 192
di Weluwana (Veḷuvana) dekat Vesāli, mengenai seorang Licchavi, seorang
pangeran alim yang memeluk keyakinan ini. Ia mengundang Sanggha dengan
Sang Buddha sebagai guru mereka ke rumahnya, dan di sana ia memberikan
persembahan yang berlimpah pada mereka. Dan istrinya merupakan seorang
wanita yang sangat gemuk dengan rupa yang membengkak, serta selera
berpakaian yang jelek.
Berterima kasih atas persembahannya, Sang Guru kembali ke wihara dan
setelah memberikan khotbah kepada para bhikkhu, Beliau masuk ke dalam
kamarnya yang wangi.