Tampilkan postingan dengan label Meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

Mengubah Pola Pikir, Mencapai Kebahagiaan Hidup

Oleh: Bhikkhu Uttamo
Adalah merupakan satu hal yang sangat membahagiakan kita semua, bahwa perkembangan agama Buddha di Indonesia akhir – akhir ini sangatlah pesat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya vihara yang dibangun lengkap dengan segala sarana pendukungnya, semakin aktifnya umat Buddha yang datang mengikuti kebaktian rutin maupun temporer dan tentu saja, jumlah para pemuda yang berkeinginan menjadi bhikkhu pun semakin bertambah.
Hanya saja, hendaknya kita jangan merasa terlalu berbahagia pada perkembangan yang bersifat fisik semacam itu. Ada hal yang hendaknya kita renungkan secara lebih mendalam yaitu sudahkah kemajuan fisik ini dibarengi dengan kemajuan yang bersifat batin juga? Karena sesungguhnya faktor terpenting dalam Buddha Dhamma adalah bagaimana seseorang dapat merasakan manfaat Dhamma dalam kehidupannya setelah ia melaksanakan Ajaran Sang Buddha tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kesehatan Dan Kebahagiaan Melalui Meditasi

Oleh
Yang Mulia Dr. Hammalawa Saddhatissa MA, PhD. D Litt
Saya percaya bahwa meditasi sangat diperlukan dalam kehidupan. Meditasi merupakan praktek yang sangat penting. Bisa kita katakan bahwa manusia terdiri dari batin dan jasmani. Maka jika orang ingin menjalani suatu kehidupan yang sehat secara fisik, ia harus mempraktekkan latihan-latihan fisik dan merawat tubuhnya. Kalau tidak, tubuh akan menjadi lemah. Sejak kecil orang harus sudah mempraktekkan latihan fisik untuk mempertahankan kesehatan yang optimal. Demikian pula dengan pikiran. Sama halnya bahwa orang harus mempraktekkan latihan fisik untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, ia juga harus berlatih meditasi untuk memperoleh pikiran yang sehat. Meditasi berarti pengembangan pikiran. Pikiran itu bersifat seekor kera yang terus-menerus melompat kian kemari dan tidak pernah tinggal diam. Pikiran mengejar persepsi-persepsi indria. Jika kita ingin mengendalikan dan memanfaatkannya, pikiran harus dilatih. Ini penting jika kita menginginkan agar pikiran berguna bagi kita. Untuk menggunakan pikiran, mengontrolnya dan mengonsentrasikannya pada obyek tertentu, pertama yang harus dilakukan adalah berlatih meditasi, misalnya meditasi dengan obyek nafas dan dengan cinta kasih universal.

Meditasi Vipassana menjadikan meditasi sebagai Gaya Hidup

Selama ini meditasi sering dibayangkan sebagai kegiatan duduk diam dalam posisi bersila dengan mata terpejam selama waktu tertentu. Karena itu pasti banyak dari Anda yang akan bertanya-tanya, apa mungkin menjadikan meditasi sebagai gaya hidup? Sedangkan berlatih meditasi sejam sehari saja, bagi sebagian besar orang sulit untuk dilakukan. Jadi bagaimana mungkin menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan kita sehari-hari?
Ternyata, meditasi tidak harus selalu begitu. Cara dan konsepnya bisa saja berbeda-beda sesuai dengan aliran yang dianut seseorang. Menurut Rahayu Ratnaningsih atau biasa dipanggil Ayu dari The Satori Foundation, yayasan yang bergerak dalam bidang pengembangan potensi holistik manusia, dalam bukunya yang berjudul “Happiness Made Simple’; melakukan meditasi Vipassana tidak selalu harus dilakukan dengan posisi duduk tetapi bisa saja dilakukan pada saat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, sepanjang kegiatan tersebut tidak memerlukan proses berpikir intensif seperti mengerjakan hal-hal rutin di kantor, mengemudi, membersihkan rumah, bahkan sembari minum teh. Jadi ternyata mungkin saja menjadikan meditasi sebagai gaya hidup.