Tampilkan postingan dengan label Milinda Panha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Milinda Panha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2020

Karma, Kematian, dan Kelahiran Kembali

Di mana Karma berada? 
_______________________

Dalam Milinda Panhà sang raja terpelajar, Milanda,  bertanya  kepada seorang Arahat terpelajar,  Yang Mulia Nàgasena, 

“Yang Mulia, anda berbicara tentang karma baik dan karma buruk. Di mana karma-karma ini berada?” 

“Baginda raja, karma-karma ini berada di

Rabu, 24 Juli 2013

Milinda panha – Bab 8: Pemecahan Dilema

BAB DELAPAN: PEMECAHAN DILEMA
Setelah merenungkan semalaman mengenai diskusinya dengan Nagasena, sang raja membuat delapan sumpah untuk dirinya sendiri: “Selama tujuh hari mendatang ini aku tidak akan memutuskan masalah hukum apa pun juga, aku tidak akan memelihara pikiran yang berisi nafsu keinginan, pikiran yang berisi kebencian atau pikiran yang berisi pandangan keliru. Terhadap semua pelayan dan mereka yang bergantung padaku aku akan bersikap rendah hati. Aku akan memperhatikan dengan seksama setiap perilaku tubuh serta enam inderaku. Aku akan mengisi pikiranku dengan cinta kasih bagi semua makhluk.”
Kemudian Raja Milinda bermaksud berbicara kepada Nagasena seorang diri. Raja mengatakan, “Ada delapan tempat yang harus dihindari oleh orang yang ingin berdiskusi secara mendalam:

Minggu, 09 Juni 2013

Milinda Panha

Milinda Panha

Berisikan diskusi seru antara Raja Milinda dengan Bhikkhu Nagasena.
Pertanyaan-pertanyaan kritis Raja Milinda sering dianggap sebagai pertanyaan yang mewakili cara berpikir Barat, sedangkan jawaban Bhikkhu Nasena yang indah, tepat dan mudah dimengerti sering dianggap sebagai wakil cara berpikir Timur, terutama Buddhis.
Diskusi ini juga dapat dianggap sebagai intisari Ajaran Sang Buddha yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pada akhirnya.


Milinda Panha – Kata Pengantar
Milinda Panha – Pendahuluan
Milinda Panha – Prolog
Bab Satu – Jiwa
Bab Dua – Kelahiran Kembali
Bab Tiga – Permulaan Waktu
Bab Empat – Landasan Indera