DHAMMADAYADA SUTTA
Sumber : Kumpulan Sutta Majjhima Nikaya I
Oleh : Tim Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha
Penerbit : Proyek Sarana Keagamaan Buddha Departemen Agama RI, 1993
Demikianlah yang saya dengar.
Pada suatu ketika Sang Bhagava berada di Jetavana, Anathapindika
Arama, Savatthi. Kemudian Sang Bhagava berkata kepada para
bhikkhu: “Para Bhikkhu.”
“Ya, Bhante,” jawab para bhikkhu. Selanjutnya Sang Buddha berkata:
“Bhikkhu jadilah pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan
pewaris-Ku dalam materi. Bagaimana para siswaKu menjadi pewarisKu
dalam Dhamma?
Misalnya Saya telah makan, tidak makan lagi
karena telah kenyang, selesai, telah cukup, sesuai dengan
apa yang diperlukan, namun ada makanan sisa yang akan
dibuang. Kemudian ada dua orang bhikkhu tiba, lapar dan
lemah. Saya berkata kepada mereka: ‘Bhikkhu Saya telah
makan, tidak makan lagi …, ada makanan sisa yang akan dibuang; jika
Anda mau makan itu; jika tidak mau Saya akan membuangnya
sekarang ke tempat yang tak berumput atau ke air yang tidak
ada binatang’. Kemudian seorang bhikkhu berpikir: ‘Sang
Bhagava telah makan … namun ada makanan sisa dari Sang
Bhagava yang akan dibuang …, tetapi Sang Bhagava pernah
berkata: ‘Para bhikkhu, jadilah pewarisKu dalam Dhamma,
bukan pewarisKu dalam materi,’ dalam hal ini makanan adalah salah
satu materi; kiranya, lebih baik daripada makan makanan itu, saya
akan menghabiskan waktu siang dan malam ini dengan lapar
dan lemah’, maka bhikkhu itu tidak makan.