1. Pengertian puja/upacara/menghormat
1) Suatu cetusan hati nurani manusia terhadap suatu keadaan.
2)Sebagai salah satu bentuk kebudayaan dapat kita selenggarakan sesuai dengan tradisi dan perkembangan jaman asalkan selalu didasarkan pada pandangan benar.
3) Buddha Dhamma sebagai ajaran
universal, tidak mengalami perubahan
(penguranga nmaupun tambahan).Oleh sebab itu,
manifestasi pemujaan kita pada Tiratana
yang dijelmakan dalam bentuk upacara dan cara kebaktian hendaknya tetap didasari dengan pandangan benar sehingga tidak menyimpang dari
Buddha Dhamma itu sendiri.
2. Sejarah terjadinya puja dalam
agama Buddha
Puja dalam zaman pra-Buddha, puja lebih bermakna sebagai persembahan kepada para dewa. Hal ini dilakukan dengan cara mengorbankan hewan, bahkan mengorbankan manusia kepada para dewa. Sejarah puja kepada para dewa ini diawali dengan munculnya ajaran brahmanisme. Ajaran ini menunjukkan bahwa ada
makhluk dewa yang berkuasa atau mengatur segala sesuatu yang akan diterima oleh manusia. Dengan alasan itu, para brahmin menciptakan sarana puja kepada dewa-dewa dengan jalan upacara-upacara korban. Tujuannya adalah dengan korban yang diberikan kepada para dewa, mereka akan menjadi senang dan tidak menjatuhkan malapetaka bagi manusia.
1) Sang Buddha tidak pernah mengajar cara puja.
Sang Buddha hanya mengajarkan Dhamma
agar semua makhluk terbebas dari penderitaan.
2) Upacara yang ada pada saat itu hanyalah upacara penahbisan bhikkhu dan samanera.
3) Puja/upacara yang sekarang ini kita lihat merupakan perkembangan dari kebiasaan
yang ada, yang terjadi sewaktu Sang Buddha masih hidup,
yaitu yang disebut `Vattha’, yang artinya kewajiban
yang harus dipenuhi oleh para bhikkhu seperti merawat
Sang Buddha