Tampilkan postingan dengan label SMP Kelas 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMP Kelas 8. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2018

Olimpiade Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah


I.                    Pengertian
                 Olimpiade Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah adalah suatu ajang kompetisi para pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan setiap satu kali dalam satu tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah bakat, minat, serta pengetahuan pelajar Buddhis untuk menciptakan

Rabu, 25 Januari 2017

PUJA DALAM AGAMA BUDDHA


1. Pengertian puja/upacara/menghormat
1) Suatu cetusan hati nurani manusia terhadap suatu keadaan.
2)Sebagai salah satu bentuk kebudayaan dapat kita selenggarakan sesuai dengan tradisi dan perkembangan jaman asalkan selalu didasarkan pada pandangan benar.
3) Buddha Dhamma sebagai ajaran universal, tidak mengalami perubahan (penguranga nmaupun tambahan).Oleh sebab itu, manifestasi pemujaan kita pada Tiratana yang dijelmakan dalam bentuk upacara dan cara kebaktian hendaknya tetap didasari dengan pandangan benar sehingga tidak menyimpang dari Buddha Dhamma itu sendiri.

2. Sejarah terjadinya puja dalam agama Buddha
Puja dalam zaman pra-Buddha, puja lebih bermakna sebagai persembahan kepada para dewa. Hal ini dilakukan dengan cara mengorbankan hewan, bahkan mengorbankan manusia kepada para dewa. Sejarah puja kepada para dewa ini diawali dengan munculnya ajaran brahmanisme. Ajaran ini menunjukkan bahwa ada
makhluk dewa yang berkuasa atau mengatur segala sesuatu yang akan diterima oleh manusia. Dengan alasan itu, para brahmin menciptakan sarana puja kepada dewa-dewa dengan jalan upacara-upacara korban. Tujuannya adalah dengan korban yang diberikan kepada para dewa, mereka akan menjadi senang dan tidak menjatuhkan malapetaka bagi manusia.

1) Sang Buddha tidak pernah mengajar cara puja. Sang Buddha hanya mengajarkan Dhamma agar semua makhluk terbebas dari penderitaan.
2) Upacara yang ada pada saat itu hanyalah upacara penahbisan bhikkhu dan samanera.
3) Puja/upacara yang sekarang
ini kita lihat merupakan perkembangan dari kebiasaan yang ada, yang terjadi sewaktu Sang Buddha masih hidup, yaitu yang disebut `Vattha’, yang artinya kewajiban yang harus dipenuhi oleh para bhikkhu seperti merawat Sang Buddha

Minggu, 22 Januari 2017

Festival Pelajar Buddhis

Pengertian
Festival Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah adalah suatu ajang kompetisi para pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan setiap satu kali dalam satu tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah bakat, minat, serta pengetahuan pelajar Buddhis untuk menciptakan generasi yang berpengetahuan luas dan sportif. 
Festival Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah diprakarsai oleh kerjasama Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Agama Buddha Kabupaten Mempawah, dibentuk pada akhir tahun 2016 dan dilaksanakan pertama kali di tahun 2017.

Maksud dan Tujuan
1.      Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah:
2.      Meningkatkan keyakinan melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Buddha Dhamma
3.      Meningkatkan kualitas mental dan spiritual peserta didik
4.      Menumbuhkembangkan bakat, minat, dan keterampilan peserta didik
5.  Menumbuhkembangkan bakat, minat, dan keterampilan peserta didik; serta meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial.
Arti Lambang:
1. Lingkaran Bulat berwarna

Download Perangkat, Buku Pendidikan Agama Buddha, Paritta, dll

Perangkat Administrasi Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas VII semester ganjil download
Perangkat Administrasi Pembelajaran Peniddikan Agama Buddha kelas VIII semester download
Paritta Suci download
Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti edisi revisi Tahun 2016 download

Jumat, 20 Januari 2017

Dhammayatra (Wisata Dhamma)

A.  Arti Dharmayatra
            1. Secara etimologi,  Dharmayatra terdiri dari dari dua kata yaitu  dhamma dan yatra. Dhamma artinya kebenaran, ajaran, suci, sedangkan Yatra artinya ditempat mana. Secara umum Dhammayatra artinya berziarah/berkunjung  ke tempat-tempat suci yang berhubungan dengan Buddha-dhamma.
       2.      Dharmayatra muncul pada abad ke III ketika Raja Asoka berkuasa di Jambudipa. Dalam Kitab Mahavastu dan Asokavadana  dikisahkan di ibukota Jambudipa yaitu Pataliputta berkuasa seorang Raja bernama Bindusara.
         3.      Raja memiliki banyak permaisuri dan 100 orang anak. Salah satu anak tersebut bernama Asoka yang memiliki penampilan, kekuatan yang luar biasa melampaui saudaranya.
4.      Karena keahlian yang dimiliki maka Asoka berambisi menjadi Raja untuk menggantikan ayahnya. Sebelum menjadi Raja Asoka telah membunuh 99 orang saudaranya, sehingga

Selasa, 12 Agustus 2014

Permohonan Brahma Sahampati

B. Permohonan Brahma Sahampati

Peristiwa apa yang terjadi seperti pada gambar itu? Di manakah peristiwa itu terjadi? Oleh siapa dan kepada siapa peristiwa itu terjadi? Baca dan cermatilah uraian materi bab ini!
Sumber: http://biografibuddha.wordpress.com
Gambar 1.2 Brahma Sahampati turun dari alam Brahma memohon agar Buddha mengajarkan Dharma


Brahma Sahampati dengan tubuhnya yang bercahaya terang, tiba-tiba turun dari alam brahma dan berdiri di hadapan Buddha. Setelah memberi hormat, Brahma Sahampati pun berkata:

Khotbah Pertama Buddha (materi Bab 1 kelas 8 semester 1)

A. Buddha Merenungkan Dharma



Segera setelah mencapai Penerangan Sempurna, Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Rajayatana untuk merenungkan Dharma yang telah ditemukan. Perlu kamu ketahui bahwa setelah melewatkan 49 hari di bawah pohon Rajayatana, Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna, yaitu pada hari Rabu malam purnama bulan Waisak. Pada hari ke-50, tepatnya hari Kamis, tanggal 6 bulan Asadha, Buddha bangkit dari dudukNya di bawah pohon Rajayatana. Beliau kembali dan berdiam di bawah pohon gembala (Ajapala) dengan duduk bersila. Dalam kesunyian dan ketenangan di bawah pohon Ajapala itulah, Buddha  merenungkan hal berikut.
 “Empat Kebenaran Mulia, terlihat dengan jelas melalui kebijaksanaan yang muncul
dengan sendirinya (syambhu Nana). Sungguh sulit untuk dilihat (bagaikan sebutir biji mostar
yang ditutupi Gunung Meru yang besar); sungguh sulit dipahami (sesulit memecahkan
sehelai bulu binatang menjadi seratus bagian dengan sehelai bulu lain); sungguh damai; dan
sungguh mulia.”

Selanjutnya,

Minggu, 08 September 2013

2. Bertapa di Hutan Uruvela

1. Dari tepi Sungai Anoma, Pertapa Gotama pergi ke Rajagaha tepatnya ke kebun mangga di Anupiya milik Raja Bimbisara. Setelah tujuh hari berdiam di Rajagaha, lalu pada suatu pagi pertapa Gotama berkeliling untuk mengumpulkan makanan (pindapata).
2. Dari Rajagaha pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan tiba ditempat pertapaan Alara Kalama. Ditempat ini Pertapa Gotama berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah dapat menyamai kepandaian gurunya. Dari Alara Kalama Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma/Karma dan Tumimbal lahir. Karena merasa dengan kemampuan ini masih belum terjawab tentang sebab musabab dari kelahiran, lalu Pertapa Gotama pergi meninggalkan gurunya yang pertama.
3. Selanjutnya Pertapa Gotama berguru kepada Uddaka Ramaputta (pada zaman itu terkenal sebagai pertapa yang paling pandai). Dari Uddaka Ramaputta pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditasi yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan “ Bukan Pencerapanpun bukan pencerapan”. Dari pelajaran ini pertapa Gotama belum puas, sebab ia belum mendapat jawaban tentang bagaimana mengakhiri usia tua, sakit dan meninggal.

Rabu, 24 Juli 2013

Pelepasan Agung Pangeran Siddharta (Narasi dan Dialog Drama)



PELEPASAN AGUNG

Narasi:
Untuk menyambut kelahiran cucunya, Raja Suddhodana menyelenggarakan satu pesta yang sangat mewah dan meriah. Namun Pangeran Siddharta tampak tidak senang dan murung, tidak menikmati pesta yang diselenggarakan untuk merayakan kelahiran anaknya. Lalu Pangeran Siddharta dengan berhati-hati mendekati Raja Suddhodana untuk memohon ijin mencari  cara mengatasi usia tua, sakit dan kematian.
P Siddharta       :
Ayah, ijinkanlah saya untuk mencari cara agar dapat mengatasi usia tua, sakit, dan kematian yang menimpa semua makhluk di dunia ini.
R. Suddhodana:

(terkejut) Apa yang kamu katakan, anakku? Kamu adalah satu-satunya anakku dan kamu juga satu-satunya pewaris tahta kerajaan, yang nantinya akan menggantikanku sebagai raja!

Rabu, 17 Juli 2013

Peristiwa Pelepasan Agung (Riwayat Pangeran Siddharta Meninggalkan Istana)


A.      Delapan anugerah yang diminta Pangeran Siddharta kepada Raja Suddhodana:
1.      Anugerah supaya tidak menjadi tua
2.      Anugerah supaya tidak sakit
3.      Anugerah supaya tidak mati
4.      Anugerah supaya ayah tetap bersamaku
5.      Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama kerabat lain tetap hidup
6.      Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang
7.      Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat memadamkan semua nafsu     keinginannya
8.      Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran, usia tua dan mati.

B.       Sikap Raja Suddhodana setelah Pangeran Siddharta meminta delapan anugerah.
Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. Raja menjawab bahwa hal-hal tersebut berada diluar kemampuannya dan masih mencoba membujuknya dengan mengatakan “Anakku, usiaku sekarang sudah lanjut. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat.”

Perangkat Pendidikan Agama Buddha SMP Kelas VIII

Bagi bapatk/ibu yang memerlukan file perangkat pembelajaran untuk SMP kelas VIII; baik  Program Tahunan, Silabus, RPP, Program Semester, jadual pelaksanaan (distribusi jam efektif), format KKM, Jurnal mengajar, dan lain sebagainya; silakan di download disini. Demikian info tentang perangkat pembelajaran untuk SMP kelas VIII, semoga bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam rangka menjalankan tugas. Anumodana.