Rabu, 02 Oktober 2019

Cara Hidup Bahagia

Hidup sebagai manusia tentu tidak terlepas dari yang namanya penderitaan. Selama hidup, kita pasti pernah mengalami penderitaan. misalkan kecewa ketika tidak mendapatkan yang diinginkan, sedih ketika kehilangan sesuatu atau ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, dan banyak lagi bentuk penderitaan yang lain. 

Di sisi lain, kita menginginkan kehidupan yang bahagia, sehat, sukses, berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai, dan sebagainya. Namun, pada kenyataannya, tidak semua yang kita harapkan dapat terjadi sesuai keinginan kita. Itulah yang membuat kita tidak bahagia, yang membuat kita menderita, sehingga kita

Kamis, 26 September 2019

Lima Macam Persembahan dalam Pattakamma-sutta

Dalam Pattakamma Sutta, Buddha menjelaskan kepada Anathapindika tentang lima macam persembahan, yaitu:


1. Persembahan kepada orangtua dan sanak saudara yang masih hidup
    Persembahan kepada orangtua dan sanak saudara dapat berupa merawat orangtua, memenuhi kebutuhannya, memberikan bantuan kepada sanak saudara yang sedang membutuhkan atau sekedar memberikan buah tangan atau oleh-oleh.

2. Persembahan kepada tamu
    Persembahan kepada tamu adalah layanan yang kita berikan kepada tamu yang datang, seperti minuman, makanan, ataupun tempat menginap
3. Persembahan kepada sanak saudara yang telah meninggal dunia
    Persembahan kepada sanak sudara yang telah meninggal dapat dilakukan dengan melkukan pelimpahan jasa. Caranya kita melakukan kebajikan dan setelahnya kita merenungkan semoga jasa kebajikan ini diketahui oleh sanaknkeluarga yang telah meninggal dan semoga mereka turut berbahagia atas kebajikan ini.  
4. Persembahan kepada raja (pemerintah)
 Persembahan kepada raja atau pemerintah dapat kita lakukan dengan cara membayar pajak secara tertib dan tepat waktu.
5. Persembahan kepada dewa.
    Persembahan kepada dewa juga dapat dilakukan dalam bentuk pelimpahan jasa seperti nomor 3.

Mempersembahkan kepada dewa menunjukkan bahwa jasa yang dilimpahkan oleh Sangha bukan hanya dapat diterima oleh mereka yang terlahir kembali di alam peta tetapi juga oleh sanak keluarga kita yang terlahir di alam dewa.
Dalam Mahaparinibbana Sutta, Buddha menyarankan rakyat untuk berdana kepada para bhikkhu berbudi luhur dan mendedikasikan persembahannya kepada para dewa. Para dewa akan melindungi dan membantu mereka sebagai balasannya.

Kamis, 05 September 2019

Apa yang Terjadi Setelah Kematian?

Banyak yang mempertanyakan tentang Apa Yang Terjadi Setelah Kematian?

Ada tiga macam jawaban untuk pertanyaan itu, yaitu:

1. Mereka yang percaya pada adanya  “Tuhan penguasa semesta”  akan menjawab, bahwa setelah mati seseorang akan ditempatkan di Surga abadi atau Neraka abadi, tergantung pada perbuatan atau agama orang itu.

2. Yang lain mengatakan bahwa bila hidup seseorang berakhir, keberadaannya juga berakhir. Ini adalah kepercayaan “Kemusnahan pada kematian“, yang merupakan pandangan materialistik.

3. Sang Buddha berkata bahwa setelah kematian, kita akan terlahir pada

Rabu, 10 Oktober 2018

Olimpiade Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah


I.                    Pengertian
                 Olimpiade Pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah adalah suatu ajang kompetisi para pelajar Buddhis Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan setiap satu kali dalam satu tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah bakat, minat, serta pengetahuan pelajar Buddhis untuk menciptakan

Rabu, 19 September 2018

Pancabala (Lima Kekuatan)

Namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhassa 3x

Jadilah pulau bagi dirimu sendiri, jadilah pelindung bagi dirimu sendiri. 

Sebagai manusia yang merupakan salah satu dari makhluk hidup,  pada umumnya  kita tentunya punya tujuan hidup. Secara umum tujuan hidup kita adalah kebahagiaan, sama seperti makhluk hidup lain pada umumnya juga mengharapkan kebahagiaan.  Namun,  tentu kita harus memiliki cara-cara yang sistematis agar  tujuan hidup kita itu dapat tercapai.
Bagaimana agar tujuan hidup kita tercapai?  Apa yang harus kita miliki dan kembangkan? 
Dalam Bala-Sutta sang Buddha mengatakan ada lima kekuatan (Pancabala),  yaitu:
1. Saddha-bala (kekuatan keyakinan) 
    Dengan memiliki keyakinan (terhadap sesuatu yang benar)  maka akan menimbulkan kekuatan. Sebagai contoh,  jika kita yakin bahwa kita dapat melakukan sesuatu,  maka pikiran kita akan mengarah pada metode-metode atau cara untuk menggapai tujuan itu. Jadi, dengan adanya keyakinan akan muncul sikap optimis dalam mencapai tujuan. 
2. Viriya-bala (kekuatan semangat) 
     Dengan adanya keyakinan tadi, maka akan dibarengi dengan melakukan usaha atau daya upaya.  Berusaha dengan ulet, rajin,  dan tekun untuk mencapai tujuan.  Dengan usaha ini maka tujuan akan tercapai. Contoh: untuk mereka yang akan menghadapi ujian. Ketika ia melkukan usaha dengan cara belajar dari berbagai sumber, maka ia akan dapat menyelesaikan ujian dengan baik. Coba saja, kalau tidak ada usaha untuk belajar maka ia akan kesulitan dalam ujian. 
3. Sati-bala (kekuatan perhatian/kesadaran)
     Dengan memiliki perhatian/kesadaran yang baik, maka kita akan dapat mencapai tujuan dengan lebih mudah.  Misalnya, kita singin memasukkan benang dalam lubang jarum. Jika kita tidak memiliki perhatian yang cukup,  tentu hal itu akan sulit untuk dilakukan. Atau kita sedang menyetir, jika kita tidk penuh perhatian tentu akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. 
4. Samadhi-bala (kekuatan konsentrasi) 
     Yang tidak kalah penting adalah konsentrasi. Ini sangat perlu kita miliki agar segala sesuatunya dapat berjalan sesuai harapan. Sebagai contoh, seseorang yang membaca buku dengan penuh konsentrasi dan fokus, ia akan dapat mengingat lebih banyak apa yang telah ia baca. Tapi ketika seseorang membaca tanpa konsentrasi, mungkin ketika membaca halaman berikutnya ia telah lupa apa yang ia baca di halaman pertama. Tentu kita pernah mengalami hal ini bukan? Maka konsentrasi mutlak perlu kita latih dan kembangkan.
5. Pannya-bala (kekuatan kebijaksanaan)
    Dengan memiliki keempat kekuatan yang sebelumnya, maka kebijaksanaan akan dapat berkembang. Kebijaksanaan perlu kita miliki agar kita semakin dekat dengan tujuan yang ingin kita capai. Contoh: katakanlah ketika kita ingin ke Vihara.  ketika akan ke vihara tiba-tiba ada teman yang mengajak bermain. Jika kita tidak memiliki kebijaksanaan, mungkin saja kita akan lebih memilih ikut teman bermain. Namun, jika kita bisa bersikap bijaksana dengan berpikir bahwa ke vihara lebih penting dn lebih baik dari sekedar bermain,  maka tujuan kita untuk dapat ke vihara akan terlaksana.  Maka dari itu,  kebijaksanaan sangatlah penting kita miliki dan kembangkan. 
Jadi, untuk mencapai tujuan kita,  kita perlu mengembangkan lima hal ini,  karena dengan demikian akan membawa kita mengarah pada tujuan kita.  Untuk itu,  marilah kita bersama-sama berlatih untuk mengembangan saddha,  viriya, sati,  samadhi,  dan pannya agar kita dapat mencaai tujuan hidup kita yang juga diyaitu kebahagiaan. 
Sabbe satta bhavantu sukhitatta (semoga semua makhluk berbahagia)
Sadhu...  Sadhu...  Sadhu....

Minggu, 04 Februari 2018

HARI – HARI RAYA AGAMA BUDDHA 2018


HARI – HARI RAYA AGAMA BUDDHA 2018



Hari Raya Buddhis                                                 Hari, Tanggal


01. Magha Puja 2561 / 2018                                 Kamis, 01 Maret 2018
02. Waisak Nasional 2562 / 2018                         Selasa, 29 Mei 2018
                                                                              Pukul 21.19.13 WIB
                                                                              Thema :
                                                                              Berucap-Bertindak-Berpikir Baik Memperkokoh                                                                                      Keutuhan Bangsa

03. Asalha Puja 2562 / 2018                                 Jumat, 27 Juli 2018

04. Masuk Vassa 2562 / 2018                               Sabtu, 28 Juli 2018

05. Pavarana Keluar Vassa 2562 / 2018               Rabu, 24 Oktober 2018
     
06. Masa Vassa 2562 / 2018                                 28 Juli s.d. 24 Oktober 2018

07. Awal Masa Kathina 2562 / 2018                    Kamis, 25 Oktober 2018

08. Akhir Masa Kathina 2562 / 2018                   Kamis, 22 November 2018

Jadual Pabbajja Samanera tahun 2018



Jadual Pabbajja Samanera
tahun 2018

Penyelenggara : Sangha Theravada Indonesia
No.Jenis KegiatanTempat PelaksanaanWaktu Pelaksanaan
01.Pabbajja Samanera Umum LXXVIII Program UpayogadhuraVihara Tanah Putih, Semarang16 Mei – 30 Mei 2018
02.Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XL Program Dhammacara dan Latihan AtthasilaniVihara Jaya Manggala, Jambi21 Juni – 1 Juli 2018
03.Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XLI Program Dhammacara dan Latihan AtthasilaniVihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang24 Juni – 4 Juli 2018
04.Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XLII Program DhammacaraVihara Karuna Dipa, Palu, Sulawesi Tengah24 Juni – 4 Juli 2018
05.Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XLIII Program DhammacaraMandala Wangi Arama, Serang1 Juli – 10 Juli 2018
06.Pabbajja Samanera Umum LXXIX Program Ganthadhura dan Latihan AtthasilaniVihara Mendut, Kota Mungkid, Magelang8 Juli – 23 Juli 2018
07.Pabbajja Samanera Umum Tiga BulanPusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi, BSD City, Tangerang Selatan 25 Agustus – 25 November 2018
08.Pabbajja Samanera Umum LXXX Program GanthadhuraWisma Vipassana Kusalacitta, Bekasi23 Desember 2018- 6 Januari 2019
09.Pabbajja Upasampada II Tahun 2018 Vihara Vipassana Giriratana, Gunung Sindur, Kab. Bogor26 Mei -10 Juni 2018

__________________________________

Sumber: http://samaggi-phala.or.id/